Tentang Microsleep: Hindari Kecelakaan Karena Mengantuk

Kecelakaan lalu lintas sering diakibatkan oleh kesalahan manusia (humana error). Apalagi jika berkendara di jalan bebas hambatan atau jalan tol yang biasanya dilalui dengan kecepatan tinggi sehingga akibatnya akan fatal jika terjadi kecelakaan.

Kecelakaan terjadi salah satu penyebabnya adalah sang sopir yang mengantuk. Lebih khususnya, yang dialami oleh si sopir diduga adalah microsleep. Menurut data, ternyata cukup banyak kecelakaan yang terjadi lantaran pengemudinya mengalami microsleep. Lalu seperti apa itu microsleep?

Definisi Microsleep
Microsleep adalah sebuah fenomena di mana kita mengalami tidur yang berlangsung sangat singkat. Bisa dalam hitungan detik atau menit. Pada situasi ini sebenarnya otak masih terjaga, namun mata dan fisik seolah tidak bisa untuk bangun. Bisa dibayangkan jika ini terjadi saat mengendarai mobil di tol dengan kecepatan tinggi.

Gejala microsleep
Gejala microsleep biasanya ditandai dengan hilangnya fokus serta kontrol tubuh. Entah dengan melepas pegangan jika menggenggam sesuatu hingga terjatuh tiba-tiba. Ngantuk dan sering kali menguap juga merupakan gejala lain microsleep.

Penyebab microsleep
Penyebab fenomena ini tak lain adalah istirahat yang kurang dan kelelahan. Jadi ketika berada dalam kondisi seperti itu kemudian memaksakan melakukan sebuah aktivitas maka akan muncul kecenderungan terjadi microsleep. Bosan lantaran melakukan sesuatu yang sama berulang-ulang juga bisa menjadi penyebab munculnya microsleep. Salah satu contohnya adalah berkendara di jalan tol yang lurus dan konstan.

Tips menghindari microsleep
Ada beberapa cara untuk menghindari microsleep. Tentu yang paling utama adalah dengan istirahat dan tidur cukup. Jika berkendara, microsleep bisa dicegah dengan meningkatkan fokus misalnya minum kopi atau melakukan peregangan ringan sebelum mengemudi. Di perjalanan kita juga bisa berbicara atau mendengar musik agar tidak bosan yang bisa memicu microsleep.

Microsleep adalah salah satu penyebab banyaknya kecelakaan lalu lintas. Makanya, ketika merasakan gejala-gejalanya, lebih baik untuk beristirahat. Tidak apa-apa agak terlambat sedikit atau lebih lama di jalan asalkan selamat.