Waktu yang Tepat Untuk Memberi Isyarat Lampu Sein Saat Bermanuver dan Aturannya

Lampu sein (turn signal) merupakan alat komunikasi antar pengendara, baik mobil maupun motor yang digunakan saat berada di jalan.

Secara umum, lampu sein memiliki fungsi yang sangat penting ketika berkendara. Akan tetapi, masih ada saja pengendara yang tidak tahu waktu yang tepat dalam menggunakan lampu sein ketika akan berbelok atau berpindah lajur.

Padahal, sejatinya lampu sein harus digunakan pada waktu yang tepat demi mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Periode yang tepat untuk Anda para pengendara mobil atau motor untuk menyalakan lampu sein saat ingin berbelok adalah dalam jarak 10-20 meter, atau dalam waktu minimal tiga detik sebelum melakukan perpindahan jalur.

Jarak tersebut dikatakan aman untuk melakukan perubahan jalur atau berbelok. Tentunya sebelumnya Anda juga harus memosisikan diri dan memantau kendaraan di belakang Anda sebelum mengubah jalur. Kemudian lakukan manuver perpindahan jalur kendaraan secara perlahan.

Waktu tiga detik bertujuan agar pengendara di belakang dapat mengetahui perpindahan jalur kendaraan Anda.

Hal ini dikarenakan pengendara yang berada di belakang Anda memiliki jangka waktu sekitar satu sampai dua detik untuk melihat lampu sein dan kemudian merespons dengan mengurangi kecepatan kendaraannya.

Pentingnya waktu yang tepat untuk menyalakan lampu sein dapat membantu pengendara lain di sekitar Anda untuk mengantisipasi hal tak terduga.

Sementara, ihwal kewajiban menyalakan lampu sein sebelum mengubah jalur kendaraan juga tertuang dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 (UU 22/2009) tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

 

Pada pada Pasal 112 ayat (1) Pasal tersebut tertulis;

"Pengemudi Kendaraan yang akan berbelok atau berbalik arah wajib mengamati situasi Lalu Lintas di depan, di samping, dan di belakang Kendaraan serta memberikan isyarat dengan lampu penunjuk arah atau isyarat tangan."

Sementara pada ayat (2), pasal tersebut mewajibkan bahwa pengemudi kendaraan yang akan berpindah lajur atau bergerak ke samping, wajib mengamati situasi lalu lintas di depan, di samping, dan di belakang kendaraan serta memberikan isyarat.

Pengemudi juga dilarang langsung pindah jalur ke kiri jika pada sebuah persimpangan dilengkapi Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APIL) seperti yang tertulis pada ayat (3), kecuali marka tersebut membolehkan Anda pengemudi kendaraan dilarang langsung berbelok kiri.

 

Sanksi jika melanggar juga tak main-main, bagi Anda yang abai memberikan lampu isyarat ketika hendak berbelok, maka kurungan dan denda siap menanti Anda.

Seperti yang diutarakan pada Pasal 294 dan 295 UU 22/2009, maka Anda akan dipidana dengan kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp250.000.

"Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor yang akan membelok atau berbalik arah, tanpa memberikan isyarat dengan lampu penunjuk arah atau isyarat tangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 112 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah)," tulis pasal 294.

Hukuman tersebut setara dengan pelanggaran yang Anda lakukan seperti yang tercantum pada Pasal 112 ayat (2), seperti yang tercantum pada Pasal 295.