Hindari Kesalahan Dalam Memilih Kaca Film Mobil

Kaca film menjadi solusi pemilik mobil menjaga privasi dalam kabin. Tak pelak banyak konsumen memilih kaca mobil lebih gelap dari tingkat kegelapan 60 persen bahkan 80%.

Pemilihan kaca film mobil yang lebih gelap tidak salah dengan maksud menghalangi sinar matahari masuk ke interior mobil. Namun konsumen harus memikirkan daya tolak panas untuk memaksimalkan kerja pendingin ruangan (AC) mobil.

Menurut Business Development Director merek kaca film PT. V-KOOL Indo Lestari Lianto Winata, memilih aksesori itu harus memikirkan kualitas bahannya, jangan cuma gelap dan harga 'murah'.

"Orang berpikir gelap itu kaca film yang lebih adem, itu pertama. Orang hanya memilih dari kadar kegelapan, tapi kaca film itu, selain kegelapan juga harus tahu teknologinya," kata Lianto beberapa waktu lalu.

"Harus lihat cara kaca film atasi panas, apakah memantulkan panas atau menyerap panas, itu efeknya sangat banyak. Kegelapan bisa saja sama, tapi kaca film yang memantulkan panas, pasti lebih adem dari pada yang menyerap panas walau gelap sama," ungkap Lianto kemudian.

Lianto memaparkan kaca film mobil yang baik menggunakan bahan terbaik untuk menghalangi masuknya sinar matahari ke interior mobil. Jadi jangan tertipu dengan rayuan tenaga penjual yang hanya memaparkan performa kaca film saat masih dalam kondisi baru.

Lianto menjelaskan, pemilik kendaraan harus fokus pada daya tahan film, bukan cuma sekadar harga 'murah' kaca film mobil. Kaca film yang berkualitas, menurut Lianto mengandung emas, perak, dan iridium oksida guna menolak panas matahari dengan maksimal.

"Jadi ya tidak mungkin orang bisa buat kaca film bagus, menggunakan bahan bagus, tapi jual murah. Bahan-bahan kaca film sangat umum, dalam arti semua ada harga pasar. Jadi kalau ada yang bilang dia punya barang sama kualitasnya, tapi lebih murah. Itu tidak mungkin," tutupnya